Banda Aceh – Yusri M Ali (51) akrap disapa Abu, tercatat sebagai warga Leupung Baleu, Mukim Lam Leu’ot,, Kuta Cot Glie  Aceh Besar.

Iya tulang punggung penanggung nafkah 6 anak dan istri yang tidak mudah mengeluh dan tetap kerja keras. Namun nasib saja yang belum berpihak atas usaha yang iya tekuni sudah 35 tahun lamanya.

Dari Indrapuri saban hari Abu Yuh  dibantu oleh anak dan istri  pergi menjual ikan bakar, yang biasa didominasi oleh ikan tuna ini.

Bagi warga Banda Aceh wajah Abu Yus sudah tak  asing karena ia sudah lama mengeluti jual ikan bakar untuk bahan masak gulee puteh atau disiap disajikan. Harga pun terbilang terjangkau, mulai 15 ribu 25.000 ekor.

Pertama Abu Yuh buka usaha di Kaju. Lalu pindah ke Cadek. Karena ada hal satu dan lain hal Iya pulang kampung dan buka usaha di Indrapuri. Karna sepi pembeli, kembali  mengadu nasib, jualan ikan dekat Klinik Cempaka 5. Namun tempat tidak strategis. Akhirnya pindah lagi ke di Simpang Mesra Banda Aceh, tepatnya di awal deretan warung Ikan bakar yang berjejeran itu.

Alhamdulillah disini (Sp Mesra) strategis,  namun, Lagi-lagi usahanya sepi, dan itu agak berat mencukupi nafkah keluarga dan anak 4 orang usia sekolah di musim ancaman Pandemi Covid – 19 ini.

Rumah Umat Indonesia (RUI)  sudah mendonasikan 1 unit tenda untuk berteduh para pembeli jika memilih makan di tempat jualan.

Tim RUI merincikan kebutuhan modal dan alat usaha Abu Yus, sebagai berikut;

Kulkas bekas 2 juta, modal 2 juta, kursi dan meja 4 set 2 juta. Total 6 juta rupiah.

#Sila berdonasi dengan judul berita pengiriman (Bantu Abu Yuh)

Norek Giro; 1000005546 BNI Syariah A.n Lembaga Donasi Umat

Konfirmasi Ketua: Tgk Mustafa Husen Woyla 0852-7714-9334 | Sekjen: Muhammad Balia : 0852-1322-3010